Bullet pierces through that little rounded cap
Penetrates into the brain where heresy lies
Blade swings in the air as lightning strikes
Beheading thy traitors as they beg for life
Blame your fathers for what you are now:
Scattered flesh rotting on this ground
The gate of ours is open wide
Welcoming the march of true inheritors
And the sun is shining back to life!
The grand homecoming, re-own this holy land
The great ascending, rebuild the lost empire
There unleashed a lion craving for your souls
Winning’s just the beginning, this war is endless
Now above this disarray
A kingdom will be built in this realm
No more threat, no more fear
When we reclaim the Quds
Blame your fathers for what you are now:
Scattered flesh rotting on this ground
The gate of ours is open wide
Welcoming the march of true inheritors
Rebuild the lost empire!
Jumat, 13 Januari 2012
Nemesis - About Eve
We are definitely lost
In every oxygen she’s breathe
Each moment they love
Every single life she lives
Every second we spend wherever we land 2x
(Bridge)
So get out of me, ‘cause you don’t know anything
Won’t give you a chance to make me dying well
(Chorus)
We just keep replying
Standing and falling
Will this rusty iron forget this fabric?
(Refrain)
And I’m the one who blame you now
The hypocrite she will dead tonight
And I’m the one who will kill you now
The hypocrite she goes down tonight
In every oxygen she’s breathe
Each moment they love
Every single life she lives
Every second we spend wherever we land 2x
(Bridge)
So get out of me, ‘cause you don’t know anything
Won’t give you a chance to make me dying well
(Chorus)
We just keep replying
Standing and falling
Will this rusty iron forget this fabric?
(Refrain)
And I’m the one who blame you now
The hypocrite she will dead tonight
And I’m the one who will kill you now
The hypocrite she goes down tonight
Beside - New Colony
I can’t control my self,
Trying to a wake from a nightmares
When everyone seem underestimate me
Sometimes I fell alone between a people.
What you gonna do with me
You’re the crazy bastard to consumed by hate
We are a new blood, we are a new breathe
We are the new colony,
Burning me, you can’t stop us!!
I’ll to make my oath on the wall
In the name of my life
This time I will pay what you have done
This is a new day
We are a new blood, we are a new breathe
We are the new colony,
Burning me, FUCK YOU.. Our name is BESIDE !!
Song :
I can burn my own blood
I can stand alone
Finally I found the light
Forever I’ll keep my own life’s
This is our power
Trying to a wake from a nightmares
When everyone seem underestimate me
Sometimes I fell alone between a people.
What you gonna do with me
You’re the crazy bastard to consumed by hate
We are a new blood, we are a new breathe
We are the new colony,
Burning me, you can’t stop us!!
I’ll to make my oath on the wall
In the name of my life
This time I will pay what you have done
This is a new day
We are a new blood, we are a new breathe
We are the new colony,
Burning me, FUCK YOU.. Our name is BESIDE !!
Song :
I can burn my own blood
I can stand alone
Finally I found the light
Forever I’ll keep my own life’s
This is our power
Ironis
Saudara-saudari sekalian, aku akan sedikit bercerita. Seperti ini ceritanya.
Peri kecil : WOLES BRAY !
Dan peri itupun mati seketika kena gampar tanganku, karena dia ternyata seekor laron yang sedang mencoba menyeruak masuk ke telingaku.
Akupun perlahan tersadar kembali dari sosok iblisku tadi, dan aku mencoba untuk berdiri melangkah untuk satu hal yang lebih penting. Ya, aku punya satu hal penting saat ini,
Aku harus bangkit, dan mencoba untuk melangkah keluar dari kamarku, lalu pergi cari makan. Ya, aku ternyata lapar saudara. Itu adalah hal penting yang harus segera dilaksanakan. Saatnya mengisi perut.
Di saat aku sedang seru dengan komik yang sedang ku baca, tiba-tiba temanku lewat di depan kamar kosanku, dan dengan santainya dia menyapaku, akupun menyapa balik. Diapun berlalu begitu saja. Selang beberapa detik kemudian tiba-tiba dia kembali di depan congor pintuku. Dengan enaknya dia bertanya padaku, sebuah pertanyaan yang sama sekali tidak lucu, tapi mampu membuatku tertawa. Seperti ini pertanyaan si tengil itu.
Si tengil : Sedino utuh kok ndekem ning kamar ae. Ga pacaran to kowe ? Pacarmu jaken rene ben ra Hola-holo dewe. ( Seharian penuh kok cuma sembunyi di kamar. Ga pacaran ? Ajakin sini tuh pacarmu, biar ente ga sendiri kaya orang ilang. )
Aku : Hehehehe ( tertawa dengan ekspresi wajah datar sedatar-datarnya. )
Dan diapun berlalu begitu saja bagai mahluk yang tak pernah terjamah dosa.
Hatiku yang lemah sebenarnya juga ikut menjawab saat ia bertanya padaku.
Begini jawabannya.
Hati kecilku yang lembut : KAMPPPPPRRREEEEETTTTTT !!!!!!!!!
Andai aku hidup di dunia kartun, pasti akan berevolusi jadi seperti ini :
- Muncul dua tanduk kecil di kepalaku.
- Sepasang taring mungil menyeruak di mulutku.
- Rambutku jadi panjang bak gadis iklan shampo, tapi gimbal penuh kutu dan lalat
- Telingaku meruncing.
- Mataku merah kaya' orang kena belek
- Badanku jadi kekar seperti ade rai
- Ekor sun go kong mulai tumbuh.
- Sayap burung blekok juga ikut tumbuh
- Dan akupun menggegam trisula yang lebih mirip garpu
- Tak lupa suaraku jadi lebih seram, seseram ketika aku sedang melihat sosok di cermin ketika aku sedang bercermin
Peri kecil : WOLES BRAY !
Dan peri itupun mati seketika kena gampar tanganku, karena dia ternyata seekor laron yang sedang mencoba menyeruak masuk ke telingaku.
Akupun perlahan tersadar kembali dari sosok iblisku tadi, dan aku mencoba untuk berdiri melangkah untuk satu hal yang lebih penting. Ya, aku punya satu hal penting saat ini,
Aku harus bangkit, dan mencoba untuk melangkah keluar dari kamarku, lalu pergi cari makan. Ya, aku ternyata lapar saudara. Itu adalah hal penting yang harus segera dilaksanakan. Saatnya mengisi perut.
Aku Bertanya, Siapa Yang Menjawab ?
Ada apa denganku ?
Kenapa aku gundah ?
Mengapa pikiranku kalut seperti ini ?
Apakah semua yang aku lakukan salah ?
Bagaimana ini ?
Sampai kapan mendung ini terus bergelayut di kepalaku ?
Apakah ini baik untuk kelangsungan hidupku kelak ?
Aku speechless.
Hahh.
Dan aku terdiam sejenak.
Mencoba tenang.
Hmmm, aku mulai menghela nafass
Fiuuuhhhh...
Dan pada akrirnya aku terbatuk-batuk karena telalu panjang ku hela nafasku.
Benar-benar tipikalku
BODOH.
Kenapa aku gundah ?
Mengapa pikiranku kalut seperti ini ?
Apakah semua yang aku lakukan salah ?
Bagaimana ini ?
Sampai kapan mendung ini terus bergelayut di kepalaku ?
Apakah ini baik untuk kelangsungan hidupku kelak ?
Aku speechless.
Hahh.
Dan aku terdiam sejenak.
Mencoba tenang.
Hmmm, aku mulai menghela nafass
Fiuuuhhhh...
Dan pada akrirnya aku terbatuk-batuk karena telalu panjang ku hela nafasku.
Benar-benar tipikalku
BODOH.
Jumat, 06 Januari 2012
Senjakala Di Taman Surgawi
Sore hari yang indah.
Awan berbinar
Bertahtakan semburat sinar surya
Sedetik jua
Tak hendak terlewatkan
Di sore yang syahdu,
Terbalut gelisah dan sendu.
Tergerak rasaku
Untuk berjalan,
Bersama cintaku,
Menapaki taman hati
Kuncup bunga pudak
Mekar berkembang
Sedap nian dipandang
Menari melambai
Menanti,
Terbangnya para insani
Bersayap rajut mimpi
Yang tak terbeli
Sesekali dalam heningku
Ingin ku gamit tanganmu
Berjalan beriring
Menjejaki zamrud permadani
Menikmati senjakala
Hingga terpejam
Netra ayahanda adipati Karna
Dengan gandewa dalam genggamanku
Berbekal guawijaya di punggungku
Bersiap menebas
Dua puluh pundak angkara
Berlumuran nista
Biang keladi
Penyebab mata sembab
Dan Raibnya canda tawamu
Senja telah hilang,
Kini malam menjelang
Hujaman deras hujan
Dan tamparan Sang Dewa Bayu
Mengembalikan kesadaranku
Yang sejenak tertawan
Dalam rimba lamunan
Tanpa ada sebuah juntrungan.
Kamis, 05 Januari 2012
Tentang Rambut
Rambutku adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Kami berdua sangat akrab, tak kan terpisahkan oleh ruang dan waktu. Bermain di setiap hari. Menari di dalam hembus angin. Mandi di terik surya. Bercengkerama dengan rintik hujan, semua kami lakukan bersama dan kami bahagia sejahtera.
Satu inginku yang belum terealisasikan hingga kini, yaitu aku ingin rambut ini tumbuh panjang. Hal yang susah. Bukan karena rambut ini malas tumbuh atau rambutku kuntet, tapi hanya karena aku tidak sabaran melalui setiap proses tumbuh kembang rambutku. Baru panjang sebentar, pasti aku berkeinginan unruk memangkasnya, dan itu terjadi secara kontinyu. Satu hal yang terfikir setelah aku potong, sebuah penyesalan. Sungguh ironis.
Pada saat rambutku memasuki tahap paling gondrong dalam hidupku, timbul sebuah pro dan kontra. Bosku di rumah sering menyindir kegondronganku, kakakku juga tampak kurang suka dengan keadaan rambutku yang seperti itu. Tapi alangkah beruntungnya hidupku, karena ada seorang dan satu-satunya yang suka akan penampilanku, dia adalah ibukku. I love ibuk, muahhh.
Ada satu kejadian menarik yang berkaitan dengan rambutku. Kejadiannya terjadi pada saat aku masih tinggal di jogja. Begini ceritanya.
Suatu malam di jogja, aku sedang keluar bersama teman-teman untuk mengisi perut kami yang sudah melilit. Kami makan di sebuah warung yang menjual nasi goreng. Setalah makan, tiba saatnya untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah masuk dalam perut kami ( bayar ). Setelah teman-temanku selesai membayar, tibalah giliranku. ketika sedang bertransaksi dengan si penjual, kejadian itu dimulai. seperti inilah percakapanku denngan si penjual yang sudah saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia :
aku : sudah buk
penjual : iya, apa saja tadi yang di pesan ?
aku : nasi goreng, kerupuk 2, tambah es jeruk. berapa semua ?
penjual : jadi semua sepuluh ribu MBAK.
Aku terhenyak untuk beberapa saat. Coba bayangkan. Kalian adalah seorang mas-mas, dan kalian dipanggil mbak oleh wanita yang sudah tidak mbak-mbak lagi! Miris hati ini. Apa iya aku seperti mbak-mbak ?? Sebuah pertanyaan besar dalam hidup.
Sekian.
Langganan:
Postingan (Atom)