Kamis, 26 Januari 2012

Liburan ?

Liburan telah berjalan beberapa hari, dan aku tidak merasakan sesuatu yang spesial. Setiap liburan pasti sama saja, sudah bisa ditebak apa-apa saja kegiatanku untuk mengarungi liburan ini. Dari zaman dahulu kala hingga kini, pasti itu-itu saja yang kulakukan, kalau ga nglayab sama temen-temen ya tidur sepanjang waktu.

Walaupun terkadang bosan, tapi aku tetap senang di saat-saat liburan seperti ini. Selain aku bisa memperpanjang durasi tidurku, aku juga bisa kongkow-kongkow sepuasnya bersama teman-temanku. Tidak melulu nongkrong di warung kopi, dan berwisata saja. Kami juga rajin futsal demi menjaga kebugaran tubuh yang terlihat letoy di liburan ini.

Disamping rasa senangku bisa berkumpul dengan rekan-rekan sejawatku, ada suatu hal yang sedang mendera batinku. Yap, liburan membuatku tidak produktif dan tidak punya inspirasi untuk menulis. Mungkin kalau di ibaratkan, aku seperti beruang yang sedang melalui fase hibernasi. Gairah menulisku hilang untah kemana, bahkan untuk sekedar bermain kata-kata pun aku merasa enggan.

Kembalilah hai gairahku,
Pulanglah inspirasiku.
Jangan kau siksa aku seperti ini.
Jiwaku jadi tak berisi

Payah
Hambar
Pasif,
dan tidak komunikatif.
Arrrrrgggghhh :@

Selasa, 17 Januari 2012

Sekedar Pengantar Sebuah Kisah Hambar

Diam dan terus diam.
Walaupun diam itu kelam,
dan sungguh mencekam.
Batu hitam akan tetap terdiam.

Apalah arti bertutur kata,
jikalau hanya bualan semata.
Ibarat kelopak raflesia,
Tampak bagus,
tapi menyayat indra pengendus.

Diam dan diam
Diam diam aku memeram,
Selaksa hasrat terpendam,
Selayak kuncup yang masih terbungkam.

Cobalah tuk mengeja
sesuatu yang selalu tersirat,
tersembunyi dalam setiap gelagat
dan terefleksikan secara sederhana
dalam sajak bisu seorang tuna

Larutlah dalam cair polahku,
yang mungkin sedikit kaku
Maka perlahan akan terkuak.
dahana yang selalu begejolak
dalam sekam sanubari terdalam.

Minggu, 15 Januari 2012

Salah Kaprah

Inilah aku.
Dengan berbagai problematika,
Berbagai kebodohan,
Sejuta canda tawa,
Dan selaksa kekecewaan

Sejauh apapun aku berlari,
Mencoba menghindari,
Rajut gejolak dalam diri.
Tak sanggup aku memungkiri.

Bersama mega-mega merah
Merekah dengan indah.
Lirih merintih batinku,
Mecoba merengkuh bunga bakung,
Yang tumbuh subur di dalam kalbu.

Dalam keterbatasan,
Di tengah ketidakmampuan.
Dengarlah seruanku.
Oh adindaku,
Aku sungguh rindu.

Jumat, 13 Januari 2012

Aftermath - Reclaim The Quds

Bullet pierces through that little rounded cap
Penetrates into the brain where heresy lies
Blade swings in the air as lightning strikes
Beheading thy traitors as they beg for life

Blame your fathers for what you are now:
Scattered flesh rotting on this ground
The gate of ours is open wide
Welcoming the march of true inheritors

And the sun is shining back to life!

The grand homecoming, re-own this holy land
The great ascending, rebuild the lost empire

There unleashed a lion craving for your souls
Winning’s just the beginning, this war is endless
Now above this disarray
A kingdom will be built in this realm
No more threat, no more fear
When we reclaim the Quds

Blame your fathers for what you are now:
Scattered flesh rotting on this ground
The gate of ours is open wide
Welcoming the march of true inheritors
Rebuild the lost empire!

Nemesis - About Eve

We are definitely lost
In every oxygen she’s breathe
Each moment they love
Every single life she lives
Every second we spend wherever we land 2x

(Bridge)
So get out of me, ‘cause you don’t know anything
Won’t give you a chance to make me dying well

(Chorus)
We just keep replying
Standing and falling
Will this rusty iron forget this fabric?

(Refrain)
And I’m the one who blame you now
The hypocrite she will dead tonight
And I’m the one who will kill you now
The hypocrite she goes down tonight

Beside - New Colony

I can’t control my self,
Trying to a wake from a nightmares
When everyone seem underestimate me
Sometimes I fell alone between a people.
What you gonna do with me
You’re the crazy bastard to consumed by hate

We are a new blood, we are a new breathe
We are the new colony,
Burning me, you can’t stop us!!

I’ll to make my oath on the wall
In the name of my life
This time I will pay what you have done
This is a new day

We are a new blood, we are a new breathe
We are the new colony,
Burning me, FUCK YOU.. Our name is BESIDE !!

Song :
I can burn my own blood
I can stand alone
Finally I found the light
Forever I’ll keep my own life’s

This is our power

Ironis

Saudara-saudari sekalian, aku akan sedikit bercerita. Seperti ini ceritanya.

Di saat aku sedang seru dengan komik yang sedang ku baca, tiba-tiba temanku lewat di depan kamar kosanku, dan dengan santainya dia menyapaku, akupun menyapa balik. Diapun berlalu begitu saja. Selang beberapa detik kemudian tiba-tiba dia kembali di depan congor pintuku. Dengan enaknya dia bertanya padaku, sebuah pertanyaan yang sama sekali tidak lucu, tapi mampu membuatku tertawa. Seperti ini pertanyaan si tengil itu.

Si tengil : Sedino utuh kok ndekem ning kamar ae. Ga pacaran to kowe ? Pacarmu jaken rene ben ra Hola-holo dewe. ( Seharian penuh kok cuma sembunyi di kamar. Ga pacaran ? Ajakin sini tuh pacarmu, biar ente ga sendiri kaya orang ilang. )
Aku : Hehehehe ( tertawa dengan ekspresi wajah datar sedatar-datarnya. )

Dan diapun berlalu begitu saja bagai mahluk yang tak pernah terjamah dosa.
Hatiku yang lemah sebenarnya juga ikut menjawab saat ia bertanya padaku.
Begini jawabannya.

Hati kecilku yang lembut : KAMPPPPPRRREEEEETTTTTT !!!!!!!!! 

Andai aku hidup di dunia kartun, pasti akan berevolusi jadi seperti ini :

  1. Muncul dua tanduk kecil di kepalaku.
  2. Sepasang taring mungil menyeruak di mulutku.
  3. Rambutku jadi panjang bak gadis iklan shampo, tapi gimbal penuh kutu dan lalat
  4. Telingaku meruncing.
  5. Mataku merah kaya' orang kena belek
  6. Badanku jadi kekar seperti ade rai
  7. Ekor sun go kong mulai tumbuh.
  8. Sayap burung blekok juga ikut tumbuh
  9.  Dan akupun menggegam trisula yang lebih mirip garpu
  10. Tak lupa suaraku jadi lebih seram, seseram ketika aku sedang melihat sosok di cermin ketika aku sedang bercermin
Lengkap sudah transformasiku. Tapi alangkah terkejutnya daku, tiba-tiba muncul sosok peri kecil yang bersayap dua pasang. Diapun mengutarakan dua patah kata padaku :

Peri kecil : WOLES BRAY !

Dan peri itupun mati seketika kena gampar tanganku, karena dia ternyata seekor laron yang sedang mencoba menyeruak masuk ke telingaku.

Akupun perlahan tersadar kembali dari sosok iblisku tadi, dan aku mencoba untuk berdiri melangkah untuk satu hal yang lebih penting. Ya, aku punya satu hal penting saat ini,

Aku harus bangkit, dan mencoba untuk melangkah keluar dari kamarku, lalu pergi cari makan. Ya, aku ternyata lapar saudara. Itu adalah hal penting yang harus segera dilaksanakan. Saatnya mengisi perut.